Suatu hari Nabi Muhammad SAW bersama sahabatnya berpergian menuju Khaibar. Tiba-tiba sejumlah orang mengerumuni Nabi. Sebagian bergelendotan, sebagiam malah ada yang mendorong-dorongnya, sehingga nabi Muhammad SAW tersudutkan pada semak-semak. Bahkan ada pula yang akhirnya mengambil paksa selendang (baca:sorban-red) yang disampirkan pada pundak Rosulullah. Apa pasal? Apakah mereka meman berkehendak memusuhi nabi? Ternyata tidak, mereka hanya mendesak agar Rosulullah memberikan apa saja yang dimilikinya.
Menyikapi para peminta yang memaksa ini Rosulullah sama sekali tidak emosi. Nabi Muhammad SAW hanya berkata, "Kembalikan sorbanku. Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya aku punya unta sejumlah sama dengan semak belukar, niscaya akan aku bagikan semua kepada kalian, agar kalian jangan sampe membuatku bakhil, pendusta ato pengecut".
Pada hari lain
Semangat Bangkit Pascabanjir, Zulfikar Lanjut Dua Periode Nahkodai Paya Awe
-
ACEH TAMIANG — Suasana demokrasi yang damai dan penuh kedewasaan mewarnai
pelaksanaan
The post Semangat Bangkit Pascabanjir, Zulfikar Lanjut Dua Periode...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar